Cekmat

Cekmat, 71, warga RT 6 Kelurahan Kayu Ara, Lubuklinggau Barat, tega menujah anaknya, Tarmizi, 47, hingga tewas, Minggu (1/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Akibatnya, kakek renta tersebut akhirnya harus berurusan dengan pihak kepolisian dan saat ini mendekam di Polsek Lubuklinggau Barat. Sedangkan, korban Tarmizi, tidak lama seusai kejadian akhirnya tewas dengan satu luka tusukan di perut kiri di RS dr Sobirin, Lubuklinggau. Kepala Polsek Lubuklinggau Barat AKP Gunadi mengatakan, pelaku diduga nekat menusuk anaknya karena kesal dengan perkataan yang dilontarkan Tarmizi karena bernada mengancam dan menantangnya. Sebelum kejadian, pelaku juga sempat memarahi ibunya, Siti Aisyah.

Bahkan saat itu, korban sempat merusak barang-barang di dapur. Pelaku dan korban juga sejak tiga tahun lalu tinggal serumah, setelah Tarmizi berpisah dengan istrinya. Pelaku sempat menasihati korban agar tidak memarahi ibunya. Namun, hal tersebut tidak digubris Tarmizi. Menurut Gunadi, anak buahnya saat ini sudah mengamankan pelaku dan barang bukti. Sejauh ini pihaknya sudah meminta keterangan tiga saksi, di antaranya ibu korban Siti Aisyah, Ketua RT Sazili, dan keterangan pelaku sendiri. Menurut Gunadi, dari keterangan Cekmat, dirinya mengakui telah melakukan penusukan terhadap korban karena kesal.Apalagi sebelum ditusuk pelaku, korban sempat hendak menempeleng orang tuanya namun tidak kena. Diduga saat itulah, pelaku menusukkan pisau dapur yang ada di tangannya ke perut korban.

Sebelum terjatuh, korban sempat hendak berlari keluar. Namun, saat berada di pintu, korban terjatuh. Ibu korban saat melihat kejadian tersebut langsung berteriak histeris yang mengundang warga sekitar untuk berdatangan. “Dari keterangan pelaku, kejadian tersebut karena dia sudah sangat kesal dengan korban yang sering marah-marah dengan istrinya (istri pelaku) serta dengan dirinya sendiri, bahkan korban juga sering menantang bapaknya berkelahi,” ungkapnya. Mengenai kronologis kejadian, menurut Gunadi, keterangan pelaku dan keterangan saksi Siti Aisyah (ibu korban) tidak ada yang bertolak belakang. Jadi, pihaknya langsung menetapkan Cekmat sebagai pelaku tunggal dalam kejadian tersebut.

Selain itu, untuk barang bukti pisau yang digunakan pelaku diakuinya adalah pisau yang secara spontan diambilnya dari dapur saat anaknya menantangnya berkelahi. Salah seorang kerabat pelaku dan korban yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, pelaku memang sudah sering membuat kesal orang tuanya yaitu pelaku dan ibunya. Demikian Catatan Online yang berjudul Cekmat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel