Hingga memasuki hari kelima

Hingga memasuki hari kelima, sejak bencana banjir bandang merendam ratusan rumah di Dusun Cilallang, Babana, dan Jawijawi, Desa Bababinanga, pada 28 April, jumlah bantuan untuk para korban masih minim.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang melalui Dinas Sosial dan Pariwisata (Dinsospar) Pinrang, baru memberikan bantuan 1 ton beras. Jumlah tersebut hanya cukup dibagikan kepada korban dengan takaran 2 liter per keluarga. Kepala Desa Bababinanga Abdul Waris mengatakan, tidak semua korban banjir mendapatkan beras bantuan dari Pemkab Pinrang karena 1 ton beras sangat minim dibandingkan jumlah warga yang berhak mendapatkannya.

“Bantuan beras yang disalurkan pemerintah hanya 1 ton sehingga tidak semua warga korban banjir diberikan merata. Hanya mereka yang dinilai parah yang mendapatkan beras tersebut,” ungkap Abdul Waris ditemui SINDO di halaman Gedung DPRD Pinrang, kemarin. Bantuan pemerintah daerah melalui Dinsospar Pinrang hanya beras,sedangkan bahan makanan lain,seperti mi instan dan minuman mineral, tidak kunjung datang. Padahal, saat ini korban banjir sangat kesulitan mendapatkan air bersih.

Selain itu, warga sangat membutuhkan selimut, obatobatan, dan alat angkutan untuk mengangkut material rumah warga yang telanjur mereka bongkar karena khawatir akan terseret arus air. Guna mengatasi persoalan itu,pemerintah desa membuat posko darurat berupa tendatenda ala kadarnya untuk membantu warga korban banjir. “Kami sudah melapor dan pihak kecamatan sudah menindaklanjuti,” ujarnya.

Warga Desa Bababinanga yang jadi korban banjir sebanyak 120 keluarga di Dusun Cilallang, Babana 170, dan Jawijawi 43 keluarga. Ketinggian air saat menerjang rumah warga mencapai 1-2 meter. Lahan kebun yang rusak diperkirakan seluas 600 hektare (ha), empang 400 ha dengan angka kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.Berdasarkan data Dinsospar Pinrang, total jumlah korban banjir di Desa Bababinanga sebanyak 448 keluarga.

Kepala Seksi Bantuan Sosial dan Korban Bencana Dinas Sosial dan Pariwisata Baharuddin D mengatakan,bantuan selain beras belum disalurkan untuk korban banjir.Pihaknya saat ini masih menunggu bantuan Pemprov Sulsel. “Kami menunggu perkembangan. Mudah-mudahan air segera surut,”kata dia. Sementara itu,kemarin, puluhan warga Dusun Cilallang, Desa Bababinanga, mendatangi DPRD Pinrang. Mereka menuntut Pemkab Pinrang merelokasi permukiman mereka karena setiap tahun diterjang banjir.

Warga diterima anggota Komisi II DPRD Pinrang. Rahim Akil, perwakilan warga Cilallang, mengatakan, kondisi warga yang menjadi korban banjir semakin memprihatinkan. Rumah warga terancam terbawa arus jika tak segera direlokasi. “Saat ini banyak warga yang menumpang di rumah keluarganya di desa tetangga karena takut terbawa arus yang bisa datang setiap saat,”ungkapnya.

Saat ini warga sudah siap direlokasi ke lokasi yang lebih aman. “Mengenai tempat, itu terserah pemerintah yang penting aman dan tidak jauh dari lokasi yang sekarang ini,”ujarnya. Ketua Komisi II DPRD Pinrang HA Mukhtar menegaskan, pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp4,5 miliar untuk menanggulangi banjir dengan membangun tanggul. Namun, baru beberapa bulan hancur akibat diterjang. Kemudian dikucurkan lagi dana Rp1,8 miliar.“Waktu itu masyarakat tidak mau direlokasi,” pungkas dia. Demikian catatan online yang berjudul Hingga memasuki hari kelima.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel