Perdagangan telur penyu berbagai jenis

Perdagangan telur penyu berbagai jenis di Kota Padang, Sumatera Barat, sudah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Penyu yang dalam Convention and International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES ) appendix I termasuk kategori hewan terancam, telur-telurnya diperdagangkan dalam jumlah besar.

Sejumlah pedagang di kawasan wisata Pantai Padang, Selasa (17/5) tampak dengan bebas menjual telur penyu sisik dan penyu hijau. Koordinator Pusat Data dan Informasi Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Padang, Harfiandri Damanhuri MSc ,mengatakan, rata-rata setiap pedagang menjual 77,8 butir ekor telur penyu per hari.

Berdasarkan catatan Pusat Data dan Informasi Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, saat ini terdapat 26 pedagang telur penyu di Kota Padang. Telur-telur penyu itu dipasok sejumlah pengumpul dari Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.

Erlinda Cahya Kartika yang mewakili bagian Konservasi dan Keanekaragaman Hayati di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, mengatakan, rencana aksi menanggulangi perdagangan telur penyu sudah disusun. Demikian Catatan Online yang berjudul Perdagangan telur penyu berbagai jenis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel