Retribusi angkutan minyak mentah

Hingga kini Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) belum mendapatkan jawaban dari PT Medco Energi terkait retribusi angkutan minyak mentah milik perusahaan tersebut yang menggunakan jalan kabupaten. Ketua Tim Pengawasan dan Pengendalian Pertambangan Pemkab Mura Aidil Rusman mengatakan, pihaknya, dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), belum menerima jawaban atas draf retribusi angkutan yang diajukan kepada PT Medco.

“Untuk drafnya sudah diajukan, tapi pihak Medco belum memberikan jawaban, apakah bersedia atau tidak dengan pasal-pasal yang ada dalam draf tersebut. Yang jelas, akan ada pertemuan lanjutan. Namun, belum dipastikan, apakah akan langsung penandatanganan MoU masalah ini atau belum,” ungkapnya kemarin. Aidil mengungkapkan, saat ini PT Medco memang melakukan eksplorasi minyak bumi di blok Temelat, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) Mura. Sementara, kilang minyak mereka berada di blok Jene,Kecamatan BTS Ulu. Sumur minyak milik PT Medco yang sedang dieksplorasi tersebut diduga telah mengeluarkan minyak mentah.

Namun, karena Medco belum melakukan pipanisasi,mereka harus membawa hasil eksplorasi menggunakan mobil tangki, dengan menempuh jarak sekitar 170 km dari blok Temelat ke blok Jene. “Pemerintah, dalam hal ini Dishubkominfo Musi Rawas, meminta pihak Medco memberikan kompensasi atas pengangkutan tersebut karena menggunakan jalan kabupaten,” imbuh Aidil. Dia mengakui adanya rencana PT Medco untuk melakukan pipanisasi dari blok Temelat ke blok Jene, jika mereka nanti sudah memasuki tahapan eksploitasi. Aidil menambahkan,bahan cair yang diangkut kendaraan milik PT Medco beberapa waktu lalu belum dipastikan apakah mengandung kandungan minyak lebih. Itulah salah satu alasan Medco belum melakukan pipanisasi.

Rencananya, dalam waktu tiga bulan ke depan, pihak Medco akan mengangkut hasil eksplorasi tersebut menggunakan kendaraan tangki. “Masalahnya, apa pun yang mereka angkut, tapi beban jalan yang mereka gunakan sama saja. Apalagi, dalam jangka waktu tiga bulan serta tiap harinya menggunakan puluhan bahkan ratusan kendaraan, itu yang diminta kompensasinya, terutama untuk perawatan jalan yang dilintasi,”kata Aidil. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Mura Wahisun Wais Wahid menegaskan, pihaknya sangat mendukung langkah pihak eksekutif untuk bertindak tegas dan meminta pertanggungjawaban pihak Medco agar membayar atas penggunaan jalan tersebut. Sebab,hal itu memang sudah menjadi tanggung jawab pihak investor kepada pemerintah daerah yang membangun jalan tersebut.

Mengenai berapa besaran retribusi atau kompensasi yang diajukan kepada Medco, pihaknya menyerahkan kepada eksekutif. Apalagi, permasalahan ini jelas sudah diatur dalam aturan tersendiri.“Intinya,investor manapun, pengusaha manapun yang berinvestasi di Musi Rawas, harus patuh dan taat pada aturan, apalagi dalam hal penggunaan jalan. Karena jalan itu dibangun dari uang rakyat,” tandasnya. Demikian catatan online yang berjudul retribusi angkutan minyak mentah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel