Sebanyak 232 siswa sekolah menengah pertama

Sebanyak 232 siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat di Kabupaten Gowa dipastikan tidak lulus ujian nasional (UN). Selain tidak mengikuti UN pada 25 April,mereka juga tidak melaporkan diri mengikuti UN susulan dengan membawa bukti surat keterangan sakit dari dokter.

“Dari 236 siswa yang tidak ikut UN, ternyata hanya empat yang melapor.Jadi yang lain terpaksa mengulang satu tahun lagi,”ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikorda) Gowa Idris Faisal KadirdidampingiKabidDikdas Sappe Mangiriang, seusai meninjau UN susulan di SMPN 2 Sungguminasa,kemarin. Keempat siswa tersebut berasal dari SMPN 2 Sungguminasa, SMPS Yapip, SMPN 1 Manuju, dan SMPN 3 Bontonompo Selatan.

UN susulan hari pertama menguji mata pelajaran bahasa Indonesia, lalu pada 4 Mei mata pelajaran matematika, kemudian mata pelajaran bahasa Inggris (5/5), dan IPA (6/5). Dari total 8.213 siswa SMP yang menjadi peserta UN yang berlangsung 25 April selama empat hari, tercatat 236 orang yang tidak ikut.

Siswa yang tidak ikut terdiri atas 180 siswa SMP dan 56 siswa MTs. Anggota DPRD Gowa Fraksi Golkar Fatmawati Bangsawan mengatakan, hal ini menjadi tantangan menyadarkan anak-anak dan orang tua akan pentingnya pendidikan dan masa depan mereka. Demikian catatan online yang berjudul Sebanyak 232 siswa sekolah menengah pertama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel