Anak Berkebutuhan Khusus Agar Bisa Mandiri

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), adalah anak-anak yang memiliki keterbatasan dibanding anak normal, dari segi fisik, emosional, mental, intelektual maupun sosial. ABK butuh penanganan khusus agar bisa mandiri, sayangnya sekolah atau pusat pendidikan yang menangani kondisi ABK tersebut sangat minim.

Melihat kenyataan itu, CEO Jababeka, Tbk. Setyono Djuandi Darmono, pada tahun 2012 terdorong untuk mendirikan President Special Needs Center (PSNC), sebuah pusat terapi untuk anak berkebutuhan khusus yang berlokasi di Cikarang. Pak Darmono (sapaan akrabnya), membangun PSNC secara serius dengan terlibat langsung memikirkan metode terapi dan cara penanganan terapis.

Menurut Justin Endramukti, Koordinator PSNC, semua yang dilakukan Pak Darmono sebenarnya merupakan upaya agar kehadiran PSNC mampu memberikan solusi bagi anak ABK. Bagi autisme, down syndrome, gangguan perilaku dan lain-lain.

"Di PSNC, kami sangat fokus dalam mengurus ABK. Di dalam satu kelas, paling banyak hanya menangani 8 (delapan) anak dengan 2 (dua) pengajar dan asistennya di dalamnya yang kompeten di bidangnya," ungkap Justin.

"Suatu waktu Pak Darmono bersama koleganya berkunjung ke PSNC melihat fasilitas yang kita miliki, mereka mengatakan bahwa PSNC adalah salah satu sekolah ABK terbaik," tambahnya.

Hal itu karena kurikulum yang diberikan kepada ABK dapat memaksimalkan kemampuan anak sesuai bakat dan minatnya. Untuk social skills dibagi menjadi 3 tahapan grup yaitu, grup mampu rawat, mampu latih dan mampu didik. Program yang diberikan terdiri dari kemampuan merawat diri seperti mandi, mengenakan baju maupun toilet training, dan lain-lain.

Anak-anak yang mampu didik akan diarahkan untuk mengikuti kejar paket yang ijazahnya setara dengan sekolah pada umumnya (Kejar Paket A-B-C). Sementara mampu latih akan diarahkan sesuai dengan bakat dan keinginan mereka.

"Untuk kebutuhan terapi pelayanan yang diberikan, mulai dari terapi okupasi, terapi wicara, terapi perilaku, remedial teaching, dan musik relaksasi. Program kami saling terintegrasi untuk memaksimalkan setiap kemampuan anak ABK sesuai dengan kebutuhannya," urai Justin.

Untuk para orang tua yang memiliki anak ABK, Justin menyarankan agar mereka tidak menyerah atas kondisi anaknya. Karena sebenarnya, setiap anak itu spesial. Hal yang perlu dilakukan adalah fokus pada potensi dan kelebihannya, dan tidak berfokus pada kekurangannya. Cari, gali dan kembangkan potensi anak.

PSNC selalu memberikan pengertian, bahwa faktor penting pengembangan anak-anak ABK adalah kerjasama orang tua dan institusi.

"Tahun ini (2019) PSNC berhasil meluluskan 3 (tiga) anak lulus Paket A; Felix, Abigail dan Meilisa. Selain itu, prestasi yang pernah dicapai anak didik kami Abigail sebagai juara III Autism ASEAN Games 2018."

"Saya sebagai salah satu yang bertanggung jawab terhadap perkembangan institusi, melihat pak Darmono punya rasa kemanusiaan dan kepedulian yang sangat besar dan selalu ingin membantu orang lain. Kami melakukan subsidi silang untuk terus menopang PSNC sehingga PSNC bisa bertahan sampai saat ini. Dan kami mempertahankan PSNC karena kami peduli dan mau memberikan yang terbaik bagi komunitas di sekitar kami," urai Justin.

Baik Pak Darmono dan pihak Yayasan punya rasa kemanusiaan yang sangat besar terhadap lingkungan di Jababeka dan sekitarnya. Oleh sebab itu, kami berupaya sepenuh hati memberikan pelayanan yang terbaik untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan misi berdampak positif untuk kehidupan bermasyarakat di Bekasi pada umumnya dan Cikarang pada khususnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel