Hari AIDS Sedunia

Hari AIDS Sedunia yang diperingati 1 Desember kemarin, seharusnya tidak hanya dilakukan dengan seremoni belaka. Lebih dari itu, harus ada upaya konkret menekan penyebaran penyakit AIDS ini. Jika tidak,bukan tidak mungkin pada 2025, jumlah penderita penyakit acquired immune deficiency syndrome yang disebabkan human immunodeficiency virus (HIV) akan mencapai 1% dari total penduduk Sulsel. Saat ini saja jumlah penderita di Sulsel sudah mencapai 4.018 orang dan Kota Makassar menempati urutan teratas penderita.

Kelompok Relawan penanggulangan HIV/AIDS Sulsel mencatat,selama 2010, korban yang direnggut penyakit ini mencapai 1.255 orang. Penyakit ini juga menyebabkan penurunan harapan hidup selama 10 tahun yang umumnya harapan hidup masyarakat berada di kisaran 64 tahun.

Ketua Kelompok Relawan penanggulangan HIV/AIDS Sulsel Zulkifli Amin mengungkapkan, jumlah penderita yang meninggal terbanyak pada periode Juni, yakni 133 orang.Tahun ini pihaknya memprediksi jumlah kematian akibat virus ini akan meningkat 1,5%. “Ini lantaran sejak triwulan pertama 2011,telah terdata 400 penderita HIV/AIDS telah memasuki stadium dengan kategori akut,”ujarnya, kemarin.

Zulkifli mengeluhkan kurangnya peran pemerintah dalam penyediaan fasilitas pemeriksaan virus secara merata di semua kabupaten/kota di Sulsel. Sejauh ini,hanya enam daerah yang memiliki VCT, yakni Makassar, Parepare, Bulukumba, Sidrap, Palopo, dan Luwu Timur.

“Padahal jika tidak ditanggulangi secara dini, 2025 mendatang, pengidap virus HIV/AIDS akan berjumlah 1% dari total penduduk sehingga akan menjadikan negara berada pada situasi dengan kategori luar biasa.Hal itu sesuai penetapan Badan Kesehatan Dunia mengenai virus HIV/AIDS,”katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar Naisyah Tun Azikin tidak menyangkal terjadinya peningkatan jumlah penderita. Menurutnya, berdasarkan data tujuh tahun terakhir,jumlah penderita HIV/AIDS meningkat signifikan.

“Tingginya penyebaran virus tersebut masih didominasi rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan alat kontrasepsi. Sementara penyebaran virus melalui jarum suntik dilaporkan menurun cukup drastis yang sebelumnya berada di kisaran 60%.Pengguna jarum suntik 40%–79% merupakan kelompok usia produktif antara 15 hingga 39 tahun,” ujarnya.

Dia menjelaskan, meningkatnya penderita HIV/AIDS di Makassar mengindikasikan kesadaran masyarakat dalam memeriksakan diri cukup tinggi. Dengan demikian, pemerintah bisa segera melakukan upaya pencegahan dengan memberikan vaksin pencegah berkembangnya virus.

Pihaknya tahun ini juga telah menambah fasilitas pemeriksaan HIV/AIDS menjadi 10 unit, yakni di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, RS Labuang Baji, RS Dadi, RS Bhayangkara, RS Pelamonia, RS Daya,Puskesmas Ujung Pandang Baru, Puskesmas Kassi, Puskesmas Nongaya, dan Puskesmas Layang. Sementara itu, pada peringatan Hari AIDS, seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemkot Makassar menggelar upacara peringatan Hari AIDS Sedunia, Kamis (1/12).

Upacara yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemkot ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur. Supomo membacakan sambutan seragam Wakil Presiden Indonesia dalam Hari AIDS Sedunia 2011 yang menunjukkan angka-angka tentang peningkatan maupun penurunan jumlah orang yang terjangkit dan penderita baru virus paling mematikan ini.

Menurut laporan UNAIDS,puncak tertinggi penderita penyakit yang penyebarannya banyak disebabkan melalui hubungan seks bebas,penyalahgunaan narkoba ini terjadi pada 2005. Supomo mengatakan bahwa angka kematian yang diakibatkan HIV/AIDS 2005 sebanyak 2,2 juta jiwa.Jumlah ini mengalami penurunan yang sangat signifikan, yakni menurun menjadi 1,8 juta orang pada 2011 ini.Angka ini menunjukkan jumlah kematian yang diakibatkan penyakit ini berkurang hingga 4 juta orang.

Begitu halnya laporan Front Pencegahan yang menyebutkan jumlah penderita yang terkena infeksi baru juga memperlihatkan penurunan yang cukup besar dari puncaknya, yakni pada 2007 sebanyak 3,2 juta orang menjadi 2,7 juta saat ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel