Bank Indonesia memperkirakan investasi asing langsung

Bank Indonesia memperkirakan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) Indonesia pada 2012 akan meningkat dibanding 2011 hingga mencapai US$19,2 miliar. Namun, investasi portofolio akan turun karena krisis global.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, mengatakan kenaikan FDI itu karena naiknya peringkat Indonesia menjadi investment grade. Investasi asing langsung pada 2011 mencapai US$15 miliar. "Tahun 2012, dugaan kami bisa mencapai US$19,1 miliar hingga US$19,2 miliar," ujar Halim di Gedung BI, Jakarta, Kamis 12 Januari 2012.

Namun, hal ini berbeda dengan investasi portofolio yang disinyalir pada tahun ini mengalami penurunan. Hal ini disebabkan perlambatan perekonomian global akibat masih terjadinya krisis di benua Eropa. Menurut dia, para investor tidak tertarik berinvestasi pada portofolio, meski di negara yang telah investment grade. Pada 2011, investasi portofolio mencapai US$5,8 miliar.

"Investasi portofolio kami duga sebesar US$3,7 miliar. Turun karena berbagai faktor situasi global terutama dari risiko," tuturnya.

Sementara itu, terkait pelemahan rupiah beberapa bulan terakhir, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan pelemahan rupiah itu juga terjadi pada mata uang lain di kawasan ASEAN. Melemahnya beberapa mata uang terhadap dolar karena Amerika mampu memberikan kepercayaan stabilitas mata uang di saat krisis.

Selain itu, pelemahan rupiah pada akhir 2011 juga disebabkan permintaan terhadap dolar meningkat. Sebab, banyak pinjaman swasta yang jatuh tempo pada November dan Desember. "Sebelumnya, bulan-bulan yang lain hanya US$600 juta, dan pada Desember US$1,6 miliar. Jadi, tidak ada hal yang luar biasa," ujarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel