Rapimnas Dan ISKA Di Makasar

RAPAT Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Sarjana Katolitik Indonesia (ISKA) tahun ini digelar di Makassar selama tiga hari yakni,Jumat (11/5) dan berakhir kemarin. Ketua Panitia Stanisiaus D Kwen mengatakan, pelaksanaan kali ini diikuti 250 orang yang merupakan wakil dari 25 provinsi se-Indonesia yang akan bertukar gagasan dengan para cendekiawan Indonesia. Dia menjelaskan, ada topik utama yang akan dibahas dalam Rapimnas diantaranya, mendorong para intelektual Indonesia turut aktif merawat kebhinekaan Indonesia tanpa dibatasi sekat politik,agama, sosial dan budaya,serta berkontribusi mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang bersih,berani,dan berintegritas di seluruh lini.

Organisasi tersebut menurutnya, ingin mengingatkan kembali pentingnya solidaritas tanpa sekat di seluruh tanah air.Sudah saatnya para pemimpin lembaga negara, cendekiawan dari berbagai latar keyakinan, sosial, budaya, menjadi pemacu tumbuhnya solidaritas dalam berdemokrasi, berpolitik, berkeyakinan yang lahir dari rasa hormat pada kebhinekaan dan demokrasi sejati. “Cara ini kita akan mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang kuat, dan berani memerangi penyakit kronis yang telah banyak merusak hidup negeri kita: korupsi pada segala lini dan penegakan idiologi bangsa,”katanya.

Puncak Rapimnas ISKA 2012 ditandai dengan seminar satu hari, yang menyajikan pidato kunci serta diskusi bertajuk sistem politik dan pranata sosial budaya”dan visi pembangunan ekonomi dan tata kelola. Seminar diteruskan dengan dialog karya pengembangan solidaritas tanpa sekatdengan lembaga non-pemerintahan.

Seminar tersebut juga menghadirkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai keynote speech, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Dr Qasim Mathar, Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof DR Aswanto SH, MH, cendekiawan muda DR Yudi Latif, dan ekonom Dr Antonius Prasetyantoko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel